Sistem Internet Of Things (IoT) Berbasis Cloud Computing dalam Campus Area Network
SISTEM INTERNET OF THINGS (IOT) BERBASIS CLOUD COMPUTING DALAM CAMPUS
AREA NETWORK
ABSTRAK
Era teknologi berkembang pesat seiring
dengan kebutuhan akan permasalahan yang timbul. Beragam permasalahan yang
timbul ini dapat diatasi dengan teknologi, baik di bidang pendidikan,
pertanian, kedokteran dan lain-lain tak lepas dari peran teknologi, teknologi
yang paling dibutuhkan saat ini adalah internet. Segala sesuatu bentuk
perkerjaan akan dapat diatasi dengan teknologi internet yang tidak lepas dari
perangkat pendukungnya. Internet of Thing (IoT) merupakan teknologi yang
menggunakan internet sebagai sarana dalam melakukan sesuatu, sistem IoT sangat
membantu dalam menyelesaikan permasalahan seperti dalam bidang pendidikan dalam
jaringan Campus Area Network dengan menggunakan e-learning, membangun sistem
digital-library, akses journal online, Usaha Kecil Menengah (UKM) online,
sistem informasi universitas, e-mail universitas, dan lain-lain, keseluruhan
sistem IoT itu akan membutuhkan wadah untuk menyimpan sumberdaya dari pemakaian
sarana IoT, tempat penyimpanan ini menggunakan sistem yang di sebut dengan
cloud computing (komputasi awan) dimana penyimpanan ini berupa server dan
storage khusus yang berada didalam jaringan internet. IoT akan berintegrasi
dengan cloud computing untuk penyimpanan data sehingga mudah dan efisien serta
aman dalam penggunaannya.
Kata Kunci: Internet of Thing (IoT), Cloud Computing, CAM,
e-learning, digital library
I. PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan pembentukan awal karakter manusia, membangun
karakter yang terdidik harus selalu dilakukan dengan beragam cara-cara yang
tepat. Pada zaman teknologi sekarang ini telah berkembang akses internet yang
cukup luas untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Salah satu manfaat dari akses
internet ini adalah dalam bidang pendidikan, pendidikan modern cenderung
memanfaatkan teknologi komputer dan jaringan seperti pada proses belajar dan
mengajar.
Dalam pendidikan skala kampus banyak masalah-masalah yang dapat
diselesaikan dengan menggunakan komputer dan jaringan internet. Masalah-masalah
tersebut dapat timbul baik dari dosen, mahasiswa maupun pegawai yang ada di
kampus tersebut, contoh dari masalah ini adalah pengisian KRS yang masih
manual, pembelajaran yang bersifat tradisional dan kurangnya interaksi dengan
kampus-kampus lainnya karena keterbatasan jarak serta kurangnya workshop tentang cara mengajar yang baik
bagi guru maupun dosen. Internet of
Things dapat menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam dunia
pendidikan. Sistem penggunaan internet secara keseluruhan untuk memenuhi
aktifitas kampus akan sangat banyak mendapat manfaat terlebih jika sistem Internet of Things ini mempunyai
kehandalan jika berintegrasi dengan cloud computing.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Internet
of Things
IoT merupakan segala aktifitas yang pelakunya saling berinteraksi
dan dilakukan dengan memanfaatkan internet. Dalam penggunaan nya Internet of Thing banyak ditemui dalam
berbagai aktifitas, contohnya : banyaknya transportasi online, e-commerce, pemesanan tiket secara
online, live streaming, e- learning
dan lain-lain bahkan sampai alat-alat untuk membantu dibidang tertentu seperti remote temperature sensor, GPS tracking,
and sebagainya yang menggunakan internet
atau jaringan sebagai media untuk melakukannya.
Dengan banyaknya manfaat dari Internet
of Things maka membuat segala sesuatu nya lebih mudah, dalam bidang
pendidikan IoT sangat diperlukan untuk melakukan segala aktifitas dengan
menggunakan sistem dan tertata serta sistem pengarsipan yang tepat.
Gambar 1. Internet Of Things
Pada gambar diatas terlihat semua aktifitas terhubung ke pusat
internet dan data tersebut di simpan di server baik menggunakan data center maupun cloud computing.
B. Cloud computing
Merupakan tekonologi yang memberikan pelayanan secara luas dengan
akses internet dimanapun berada, media penyimpanan cloud computing berada di
internet .
Gambar 2. Cloud Computing
Cloud computing menyimpan semua data di server
yang tidak tau dimana letak server tersebut. Ada 3 layanan cloud computing yang dapat digunakan
yaitu
:
1. Software as a Service (SaaS)
Layanan cloud computing
dimana pengguna dapat menggunakan aplikasi atau perangkat lunak (software) yang disediakan oleh cloud provider (penyedia jasa cloud computing).
Contoh dari layanan SaaS adalah :
· Layanan produktivitas: Office365, GoogleDocs, Adobe Creative
Cloud.
· Layanan email: Gmail, YahooMail, LiveMail.
· Layanan social network: Facebook, Twitter, Tagged.
· Layanan instant messaging: Yahoo Messenger, Skype, GTalk.
2. Platform as a Service (PaaS)
Layanan yang difasilitasi oleh cloud
provider untuk menyediakan platform
bagi pengembangan aplikasi-aplikasi. Pengguna dapat berfokus pada pengembangan
aplikasi tanpa perlu mengkhawatirkan platform
aplikasi tersebut.
Contoh dari layanan PaaS adalah : Amazon Web Service, Windows
Azure, dan GoogleApp Engine.
3. Infrastructure as a Service (IaaS)
Pada layanan ini pengguna dapat menyewa infrastruktu yang di
sediakan oleh cloud provider
(unit
komputasi, storage,
memory, network, dan
sebagainya). Pada
layanan ini seluruhnya pengguna yang menentukan perangkat perangkat untuk cloud computing yang akan digunakan, jika sistem virtual di cloud
tersebut menggunakan source yang
besar, pengguna dapat menambahkan ram
sesuai kebutuhan.
Contoh dari layanan IAAS adalah : Amazon EC2, Rackspace Cloud,
Windows Azure,
C. Campus Area Network
Kumpulan dari Local Area
Network (LAN) yang membentuk sebuah jaringan di ruang lingkup kampus. Jaringan
jaringan ini akan menghubungkan setiap gedung yang ada di kampus seperti
gedung-gedung perkuliahan. CAM
menggunakan model hierarchical network untuk mengoptimalkan jaringaa yang
ada di kampus tersebut . Model hierarchical network mempunyai 3 lapisan
utama dalam pembentukan jaringan yaitu : core
layer, distribution layer dan access
layer.
Core layer merupakan lapisan utama dimana pada lapisan ini adalah sumber internet ke seluruh kampus, pada lapisan
ini terdapat server yang kemudian layanan akan didistribusikan oleh lapisan ke
2 yaitu distribution layer dan akan
diteruskan ke end user di lapisan access layer.
Gambar 3. Hierarichal Network
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam jaringan kampus atau dikenal dengan campus area network sangat bagus diterapkan untuk
penanganan jaringan di dalam kampus tersebut karena sudah terdapat redundancy di setiap link yang terkoneksi, dengan menggunakan
sistem Internet of Things yang di integrasikan dengan cloud computing maka pemanfaatan
jaringan di kampus tersebut dalam pendidikan dapat menjadi lebih baik.
Gambar 4. Konsep IoT Kampus
Dalam ekosistem pengguna di kampus dapat dilihat beberapa kriteria
penting yaitu connectivity, content
dan community. Connectivity [9]. Connectivity merupakan akses internet, intranet dan extranet untuk layakan koneksi sumber
daya yang ada dikampus tersebut. Content
merupakan layanan yang sangat penting untuk kampus seperti aplikasi -aplikasi
kebutuhan kampus dan yang terakhir adalah community
dalam aspek pendidikan sangat dibutuhkan
sebuah komunitas untuk mengembangkan ide-ide kreativitas yang akan dimunculkan
dari setiap diskusi, layanan ini dapat dibantu dengan sistem mobile application.
Seluruh pekerjaan dalam kampus tersebut menggunakan internet
sebagai sarana untuk mempermudah setiap pengerjaan yang kemudian seluruh data
hasil pekerjaan tersebut akan disimpian dalam cloud , adapun beberpaa yang dapat dihasilkan dengan menggunakna
sistem ini adalah e-learning, distance learning, digital library, campus
e-commerce, campus community, system information.
A. E-learning
Sistem IoT sangat
bermanfaat dalam penggunaan sebagai e-learning,
yaitu pembelajaran secara elektronik. Internet
of Things akan menyediakan kebutuhakan akses untuk penerapan pembelajaran
secara elektronik dengan integrasi cloud
computing dosen akan dengan mudah mengakses bahan-bahan ajar.
Dosen dapat mengambil bahan ajar yang tersedia di cloud serta dosen dapat mengupload bahan
ajar ke cloud sehingga bahan ini
dapat digunakan untuk keperluan
mahasiswa, tidak hanya bahan berupa presentase dukungan cloud dapat menyimpan video ketika dosen mengajar, video ini perlu
ketika ada mahasiswa tidak paham dengan materi yang disampaikan maka mahasiswa
dapat mempelajari ulang video tersebut. Bahan ajar ini tersimpan di cloud agar dapat di ambil kapan saja dan keamanannya juga terjaga.
B. Distance Learning
Pembelajaran jarak jauh atau merupakan metode pembelajaran dimana
antara si pengajar dan yang di ajar tidak bertemu secara langsung tetapi
menggunakan media-media tertentu untuk
melangsungkan proses belajar mengajar. Pembelajaran jarak jauh
sangat besar manfaatnya dalam penggunaan. Contoh pembelajaran jarak jauh yang
menggunakan internet adalah video
conference.
Dengan adanya distance
learning pengajar tidak perlu harus ke lokasi tujuan, dengan menggunakan IoT dan sistem cloud maka akan dapat dibuat
jaringan khusus atau extanet
seperti Indonesian Research and Education Network (IdRen) dimana jaringan khusus yang menghubungkan
antar kampus untuk kepentingan pendidikan, contoh UI mengadakan workshop mengenai pembedahan tubuh
manusia kemudian kampus-kampus lain yang tergabung kedalam IdRen tersebut dapat melihat workshop
tersebut dengan menggunakan distance
learning. Hasil-hasil dari pembelajaran ini akan disimpan ke dalam cloud
sehingga jika sewaktu-waktu ingin di akses maka sistem dapat menyediakan
layanannya.
C. Digital Library
Dengan adanya sistem Internet
of Things (IoT) dan diintegrasi dengan cloud
computing membuat pengelolaan perpustakaan menjadi digital library. Perpustakaan digital biasanya menempatkan file -file digital seperti e-book, e-journal, dan lainnya ke dalam
server lokal. Dengan IoT
diintegrasikan cloud computing maka file-file digital tersebut akan
tersimpan di cloud, sistem cloud ini banyak digunakan sebagai backup.
Proses peminjaman dan pengembalian buku dapat dilakukan dengan
mengakses web digital library, tetapi
yang dapat mengakses hanya mahasiswa pada kampus tersebut, atau hanya untuk extranet. File-file kebutuhan
perpustakaan ini akan di simpan di dua tempat yaitu di sever lokal yaitu pada core layer dan pada sistem cloud di luar kampus sebagai backup dan penyimpanan yang aman,
sehingga file-file tersebut tetap
terjaga.
D. E-Commerce
Dalam kampus terdapat Usaha Kecil Menengah
(UKM) sebagai wujud kreativitas mahasiswa, UKM dengan sistem Internet of Things segala sesuatu akan
dilakukan dengan menggunakan internet termasuk UKM. UKM akan menggunakan e -commerce atau perdagangan digital.
Hasil yang di perjual belikan oleh mahasiswa akan di lakukan secara online.
Cloud akan menjadi wadah produk produk yang dihasilkan oleh UKM ini. Layanan cloud
dengan Software as a Service (SaaS) sangat
membantu dalam pelayanan ecommerce.
Dalam sebuah kampus ada banyak
komunitas-komunitas yang di bentuk oleh mahasiswa, untuk menjadikan komunitas
tersebut menjadi lebih produktif dapat dilakukan dengan menggunakna Internet of Things, setiap mahasiswa
tersebut mempunyai kartu komunitas
yang dapat dimanfaatkan secara gratis antar sesame komunitas.
IoT juga berperan untuk menghubungkan
beberapa komunitas di tiap kampus
unutk mengadakan diskusi. Diskusi komunitas tidak perlu menentukan
lokasi-lokasi tertentu tetapi dapat dilakukan dengan video streaming.
Saat ini hampir semua mahasiswa
mempunyai gadget atau smartphone yang
digunakan disetiap aktifitas, siswa-siswa sekolah lebih banyak menghabiskan
waktu dengan gadget atau smartphone. Ada beberapa manfaat dari smartphone, selain untuk komunikasi diantaranya bisa berselancar di dunia
maya, chatting, dan lainnya. Dalam IoT smartphone
ini juga merupakan bagian yang penting
untuk hubungan sosial antar komunitas.
Aplikasi chatting
seperti whatsapp, BBM, catfish dan lainnya
adalah aplikasi yang umum digunakan masyarakat ramai sekarang ini. Campus Community menggunakan kartu smartphone, kartu komunitas ini membuat
fasilitas- fasilitas di aplikasi komunitas terutama fasilitas chatting dengan
kelompok komunitas lainnya. Selain itu juga dengan menggunakan kartu smartphone khusus ini maka mahasiswa
dapat saling menggunakan fasilitas telpon gratis. Tiap komunitas yang terhubung
ke extranet akan mendapatkan
penyimpanan cloud dengan size tertentu untuk membuat penyimpanan log dan file-file yang ingin di bagikan ke komunitas lainnya, sehingga
ketika komunitas dari kampus lain ingin memanfaatkan sumber daya yang di
bagikan tersebut, si pembagi sumber daya cukup dengan memberikan link dan akses ke sumber daya tersebut.
Internet of Things (IoT) sangat mendukung sistem informasi universitas atau kampus, content yang memuat semua kebutuhan mahasiswa ada di sistem informasi. Data
dari sistem informasi ini di integrasikan dengan cloud computing dengan menggunakan cloud computing data tersebut lebih aman dan dapat digunakan kapan
saja. Semua informasi akan ditampilkan secara online dan setiap aktifitas atau
acara seminar dapat dimuat secara live
streaming dan ditampilkan di sistem
informasi.
Sistem Internet
of Things (IoT) merupakan segala bentuk aktifitas yang dilakukan dengan
menggunakan media akses. Dengan adanya IoT
segala bentuk aktifitas kampus menjadi mudah serta dengan adanya cloud membuat sistem IoT menjadi semakin efisien.
Data dari semua aktifitas kampus di simpan dalam cloud sehingga mudah diambil kapan saja dan dimana saja serta keamanannya yang terjamin. Dengan menggunakan
sistem ini nantinya akan mengurangi pekerjaan manual dan akan mengurangi
pemakaian kertas. Untuk menjalankan IoT
yang terintegrasi cloud computing
harus memenuhi akses bandwidth yang
cukup serta storage yang besar.
REFERENSI
[1] M. P. T. Sulistyanto and D. A. Nugraha, "Implementasi IoT
(Internet of Things) dalam pembelajaran di Universitas Kanjuruhan Malang,"
SMARTICS Journal, pp. 20-23, 2015.
[2] D. Prihatmoko, "PENERAPAN INTERNET OF THINGS ( IoT ) DALAM
PEMBELAJARAN DI," Jurnal SIMETRIS,
pp. 567-574, 2016.
[3] E. D. Meutia, "Internet of Things – Keamanan dan
Privasi," Seminar Nasional dan Expo
Teknik Elektro, pp. 85-89, 2015.
[4] a. "Studi Perbandingan Layanan Cloud Computing," Jurnal Rekayasa Elektrika, vol. 10, no. 4, pp. 193-201, 2013.
[5] E. Rusnandi and D. Susanti, "PERENCANAAN STRATEGIS CLOUD
COMPUTING TECHNOLOGY BERBASIS Gafe (GOOGLE APPS For EDUCATION ) BAGI PERGURUAN
TINGGI SWASTA DI WILAYAH III CIREBON PROPINSI JAWA BARAT," Jurnal Computech & Bisnis, vol. 6,
no. 1, pp. 1-16, 2012.
[6] A. Budiyanto, Pengantar Cloud Computing, CloudIndonesia, 2012.
[7] O. K. Sulaiman, "SIMULASI PERANCANGAN SISTEM JARINGAN INTER
VLAN ROUTING DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN," CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science), vol. 2, no. 1, pp. 92-96, 2017.

0 komentar:
Post a Comment